KHUTBAH MENYAMBUT RAMADHAN
Segala puji hanya milik Allah Azza wa Jalla Tuhan semesta
alam. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan yang patut disembah melainkan Allah Azza
wa Jalla semata.
Tiada sekutu baginya. Dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah
hamba dan Rasul-Nya.
Saudara……..
Sesungguhnya manusia terbagi menjadi beberapa macam, ada yang
mencintai amal shalih dan ia pun menyibukkan diri dengannya siang dan malam.
Dan ada juga yang membenci dan ia pun menjauhinya.
Saudara………
Ramadhan adalah bulan yang mulia (syahrun mubarok), bulan
yang agung, penghulu segala bulan, bulan maghfirah (ampunan), bulan dimana
pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup dan setan-setan
dibelenggu.
Nabi bersabda: “Wahai manusia, sesungguhnya kamu
akan dinaungi oleh bulan yang senantiasa besar lagi penuh berkah, yaitu bulan
yang di dalamnya ada suatu malam yang lebih baik dari seribu bulan” (lailatul qadar)
Ramadhan adalah lahan yang subur bagi orang Mukmin. Wahai
pencari kebaikan, bergembiralah dan sambutlah bulan ini!
Ramadhan juga merupakan saat bertaubat, kembali kepada Allah
Azza wa jalla. Wahai yang berkubang
dalam maksiat…… berhentilah!
"Barang siapa yang
bergembira dan senang menyambut bulan suci Ramadhan, maka Allah SWT akan
mengharamkan jasadnya disentuh api neraka" (HR Bukhori & Muslim)
Maka sungguh merugilah seseorang yang masuk ke dalam
Ramadhan, lalu berlalu Ramadhan tersebut, tetapi dosanya tidak diampuni.
“Wahai manusia! siapa saja yang mendekatkan diri kepada Allah
dengan suatu pekerjaan kebajikan ( amalan sunnah), akan diberikan pahala sama
seperti menunaikan kewajiban (fardlu) di bulan yang lain.
Dan siapa yang menunaikan kewajiban (fardhu) di bulan
Ramadhan, ia diganjar pahala sama dengan orang yang mengerjakan 70 kali
kewajiban (fardlu) tersebut di bulan yang lain.
Ramadhan adalah bulan sabar, sedangkan sabar itu balasannya
adalah surga.
Ramadhan adalah bulan
pertolongan Allah dan menambah rezeki orang-orang mukmin di dalamnya.
Siapa saja yang pada bulan itu memberikan makanan ber-buka
kepada orang yang puasa, maka perbuatan itu menjadi pengampunan atas
dosa-dosanya
Ia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang berpuasa yang
diberinya makanan berbuka itu tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa itu”.
Para sahabat bertanya:
“Ya Rasululullah, tidak semua dari kami memiliki makanan berbuka untuk
orang-orang yang ber-puasa”.
Rasulullah menjawab:
“Allah memberikan pahala tersebut kepada orang yang memberikan sebutir korma
sekalipun atau sekedar seteguk air atau sehirup susu.
Bulan Ramadhan ini awalnya adalah
rahmat, pertengahannya ampunan, dan
akhirnya adalah pembebasan diri dari neraka.
Siapa saja yang meringankan beban dari orang-orang yang
dikuasainya, pembantunya, dan orang-orang yang sedang dalam kesulitan, maka
Allah akan mengampuni dosa-dosanya dan membebaskan dirinya dari api neraka.
Saudara………
Perbanyaklah empat perkara di bulan Ramadhan ini. Dua perkara
yang dengannya kalian menyenangkan Tuhan kalian dan dua perkara lainnya sangat
kalian butuhkan.
Dua perkara yang kalian lakukan untuk menyenangkan Tuhan
kalian adalah: mengakui dengan sesungguh hati bahwa tiada Tuhan melainkan Allah
dan kalian memohonkan ampunan kepadaNya.
أَشْهَدُ
أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ الله
ستغفراللها
Adapun dua perkara yang sangat kalian butuhkan adalah kalian
memohon surgaNya dan berlindung dari api neraka.
اللهم انى اسئلك رضك والجنة وأعذبك من النّار
Di surga itu ada pintu yang dinamakan Ar-Rayyan.
Orang-orang yang berpuasa di hari kiamat nanti masuk dari pintu itu.
Tidak dibolehkan seorang pun
memasukinya selain meraka yang berpuasa. Lalu dikatakan, ‘Dimana orang-orang
yang berpuasa?' Mereka pun bangkit, tidak ada seorang pun yang masuk kecuali
dari mereka.
Ketika mereka telah masuk, pintu itupun
ditutup dan tidak seorang pun masuk lagi." (HR. Bukhari, 1763. Muslim, 1947)
Wahai saudaraku…..
“Mulai sekarang cobalah untuk mengusai tiga nafsu dalam
diri kita. Nafsu mulut, Nafsu perut, dan Nafsu birahi, karena sesungguhnya
ketiga nafsu ini mampu memporak-porandakan puasa kita”
Jangan terkecoh lagi dengan permainan dunia ini. Taatlah
pada Allah, bangunlah sholat malam, tadaburkan al-Qur’an, penuhi panggilan
Allah untuk berjamaah di rumahnya.
Tebarkan sedekah dan kebai-kan, bimbing keluarga agar
semakin takut pada Allah, rendahkanlah hati kalian.
Duduklah di majelisnya, majelis yang membuat kalian
semakin takut kepada-Nya dan membuat kalian mudah menangis karena-Nya.
Dan berbekallah karena sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah
taqwa. (al-Baqarah: 197)
وتزوّدوا فانّ
خيرالزّادالتّقوى
Dengan demikian insya Allah Ramadhan tahun ini menjadi
Ramadhan yang terbaik untuk kita, bukan tidak mungkin kita tidak akan bertemu
lagi dengan Ramadhan di tahun mendatang.
“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana
diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kamu bertakwa” (QS. Al Baqarah: 183)
بَارَكَ
اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِى الْقُرْاَنِ عَظِيْمِ. وَنَفَعْنِيْ وَاِيَّاكُمْ
بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلَايَةِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ
وَمَنْكُمْ تَلَاوَتَهُ اِنَّهُ هُوَالسَّمِيْعُ
الْعَلِيْم. اَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا وَاسْتَغْفِرُاللَه الْعَظِيْمِ لِيْ وَلَكُمْ
وَلِسَائِرِ المُسْلِمِيْنَ وَالمُسْلِمَاتُ وَالمُؤْمِنِيْنَ وَالمُؤْمِنَاتُ
فَاسْتَغْفِرُوْهُ اِنَّهُ هُوَ الْغَفُرُ الرَّحِيْمِ
Komentar
Posting Komentar